Tuesday, 26 July 2016

thumbnail

Gerakan Menanam Pohon Pisang di Area Jalan Bodol

LANDOL merupakan istilah yang tidak asing bagi kita ‘penghuni dunia maya’, dimana para penghuni secara sengaja atau tidak ‘ngrasani’ terhadap kejadian yang nyata di wilayahnya. Mungkin kalau tidak terkena Landol di wilayahnya tentu tidak ada rasan-rasanan, grup menjadi sepi karena tidak ada sesuatu yang harus dimuntahkan. Sebenarnya adanya LANDOL bukan serta merta tanggungjawab seorang kepala daerah, kepala camat, atau kepala kelurahan, tetapi kesalahan kita bersama, kenapa kita (masyarakat yang disalahkan), karena mungkin jalan-jalan tersebut (jalan desa) adalah tempat yang hanya dilintasi oleh kendaraan dengan beban yang ringan dan tidak berat serta memberatkan kendaraan tersebut. Kadang pengguna sukanya teledor, suka lebay, mengangkut barang dengan mobil trik misalnya dengan kapasitas/tonase yang berlebihan, menurutnya adalah efisiensi. Efisiensi yang dipaksakan. Sehingga jalan yang beraspal tanpa tipe ini menjadi retak-retak dan terkelupas. Jalan landol biasanya terlihat di jalan-jalan desa.


Tegal kabarnya masalah landol menjadi tema utama, kenapa? Karena banyak orang menggunakan jalan raya atau jalan desa sebagai sarana yang dibutuhkan untuk aktivitas sehari-hari. Coba kalau jalanan tidak halus atau tidak halus juga tidak apa-apa,yang penting bisa dilalui dan tidak mengganggu perjalanan (mengganggu artinya jalanan tidak bodol, berlobang) yang dapat membahayakan pengguna jalan tersebut. Jalan halus atau tidak berlobang itu penting buat kita semua, terutama masyarakat yang aktivitasnya adalah dijalan, sebagai sarana transportasi. Coba anda bayangkan bila jalan desa saja menjadi tidak halus atau bodol, maka jalan desa tersebut tidaklah akan dilalui oleh para pengguna, dan ke tempat itupun dengan terpaksa, karena tidak ada jalan selain jalan itu. Dan bahayanya bila musim hujan tiba, jalan bodol akan berubah menjadi sungai mini atau danau mini, disamping becek juga berbahaya bagi pengendara yang melaluinya, bisa terpleset, terjatuh atau ngguling.
Protes Warga Terhadap Penguasa

Kembali kepada penguasa di daerah tersebut, warga Tegal memang sudah memaklumi dengan kondisi yang ada, coba di daerah lain, masyarakatnya mungkin akan berunjuk rasa, dan jangan disalahkan bila masyarakat sudah turun ke jalan-jalan, menuntut hak umumnya. Atau mungkin karena dengan sudah tak tahan melihat jalan-jalan tidak pernah diperbaiki, maka inisiatif masyarakat dengan menanam pohon pisang di area jalan yang bodol.

Ini adalah penilaian masyarakat, mereka tidak bisa mengadu, lantas kepada siapakah mereka akan mengadu, mungkin yang mempunyai Facebook, mereka akan membuat update status, atau ngresula di grup Facebook yang semakin hari semakin marak saja. Lalu kenapa pemerintah diam saja, mereka tidak diam, tidak mendengar keluhan masyarakat, tetapi pejabat melihat sendiri dengan kondisi ini, mereka tidak bisa berbuat banyak karena mereka tidak mempunyai anggaran untuk memperbaiki jalan-jalan bodol tersebut, artinya mereka sekarang sudah miskin. Pusing dan tidak mampu berbuat lebih banyak.

Lagu:
Cangkul-cangkul tanah yang dalam, menanam pohon pisang di jalan bodol...


Subscribe by Email

Follow Updates Articles from This Blog via Email

No Comments