Monday, 18 July 2016

thumbnail

Misi Yahudi, Mengandung Unsur Menistakan Islam berupa Produk Game/Film Pokemon

Atas dasar yang kuat bahwa Film Kartun POKEMON pernah dilarang di negara Irak oleh Presiden Saddam Husein, di negaranya ketika Saddam berkuasa sangat keras memboikot film kartun anak-anak tersebut. Sedang di Indonesia sendiri bahwa film tersebut sangat digandrungi oleh anak-anak Indonesia dan sering tayang di televise swasta MNC TV (mungkin kebodohan kita sebagai warga negara Indonesia, sehingga saking tidak tahunya dengan film tersebut, sehingga kita sangat suka dengan film dari Jepang tersebut).
wallpeper Pokemon

Pada masa kudeta yang dilakukan oleh Amerika Serikat sekitar tahun 2004 terhadap negara Irak, bahwa ditemukan sebuah dokmen yang sempat dirampas oleh, terungkap bahwa ada suatu tindakan yang tidak terpuji atau pesan negatif dibalik film kartun tersebut.  Pada isi dokumen tersebut, Saddam Husein mendapatkan informasi dari dinas intelijen negara menyebutkan bahwa nama-nama yang dipakai dalam film kartun Pokemon mengandung ajak yang tidak bisa ditolerir.

Seperti Arti dari Pokemon mengandung makna “Aku Yahudi”, arti nama tersebut diambil dari bahasa Syiriac atau bahasa Suryani apabila dialih bahasakan berarti “Aku Yahudi”. Sementara tokoh dalam film kartun tersebut yang bernama Pikachu mempunyai arti “Jadilah Yahudi”, Sedangkan tokoh yang bernama Charmander memiliki arti “Tuhan itu Lemah”. Dengan demikian secara tidak langsung akan menyinggung umat beragama terutama Islam dan Nasrani, sebaga dalam Islam disebutkan bahwa disebutkan bahwa Allahu Akbar (Allah Maha Besar) dan dalam Nasrani disebut Tuhan Kudus.

Dan sejak saat itulah terjadi pencekalan fillm kartun Pokemon, yang telah disebutkan dalam dokumen yang bertujuan untuk mencegah pengaruh-pengaruh Yahudi kepada anak-anak dan budaya bangsa tercinta ini.  Tetapi kini film atau games Pokemon sudah menggandrungi orang-orang yang tidak mengetahui sejarahnya, lihatlah banyak orang-orang gila dadakan setelah mendapatkan games Pokemon.  Dan orang semakin sibuk dengan games tersebut, saking gandrungnya kadang bertahan, berlama-lama untuk bermain terhadap sesuatu yang tidak ada artinya, nilai ibadahnyapun tidak ada. Kalau sudah tahu demikian tentang games/filem Pokemon, apakah kita akan semakin goblog seterusnya? Jangan-jangan suatu saat nanti ada kasus yang menewaskan sesorang atau adegan bunuh diri akibat kecanduan Pokemon. Kita tunggu saja. (Admin_01)




Subscribe by Email

Follow Updates Articles from This Blog via Email

No Comments