![]() |
| Eks Alun-Alun Slawi |
Berita Pagi. Alun-alun Slawi entah karena mempunya
firasat apa, ketika bangunan di depan Pemerintah Daerah dibongkar, padahal
bangunan itu sudah bagus dan sangat bagus serta membutuhkan biaya yang tidak
sedikit, bukan dengan uang pribadi tetapi uang pemerintah (entah pemerintah
yang mana). Bangunan yang begitu apik pada waktu itu sangat digemari oleh para
pedagang-pedagang kaki lima, penjual bakso, penjual mie, penjual es dan lain
sebagainya. Sebagai taman yang terkadang disalahgunakan oleh orang-orang yang tidak
mempunyai moral yaitu orang-orang yang pacaran dengan seenaknya, bebas
berduaan. Yang anehnya cukup dibiarkan bahkan dijadikan tontonan gratis. Tidak ada
langkah-langkah yang baik dari centeng Pemda yaitu Satpol PP guna mengusir
mereka (orang-orang yang sedang memadu kasih). Inikan sama saja memfasilitasi
untuk mereka, walaupun niatnya baik tetapi yah demikian adanya.
Dan sekarang Alun-Alun Slawi pada pasca
pembokaran terlihat cukup rapi, sejuk dan nyaman, entah selanjutnya fungsi dari
bangunan itu akan seperti apa!, apakah nantinya akan dijadikan sebuah tempat
atau panggung seperti panggung konser baik konser budaya atau konser band
gratis agar apabila perhelatan akbar tidak nyewa lapangan dan cukup di
Alun-Alun Slawi, kalaupun pembongkaran atau renovasi tersebut dibarengi dengan
penebangan pohon-pohon yang tidak bermanfaat. Bolehlah usul agar pohon-pohon
itu diganti dengan pohon mangga, pohon nangka, pohon kelapa, dan sebagainya. Sehingga
Alun-Alun Slawi (AAS) akan terlihat beda dengan alun-alun sejenisnya.
Sebagai masyarakat awam yang kebetulan
juga masyarakat Tegal itu awam banget, kadang sering negting (negatif tingking)
terhadap sesuatu hal, misalnya jalan-jalan desa yang sekarang kebanyakan bodol
dan bolong, masyarakat dibuat tidak tahu, apa rencana pemerintah dimana
seakan-akan membiarkan jalan-jalan menjadi bodol atau enggan untuk
memperbaikinya. Mungkin ada usaha atau rencana lain misalnya akan ada jalan
layang yang akan melintas di wilayah tersebut, atau mungkin pemerintah lokal akan
mengadakan off the road sehingga jalan-jalan desa dibiarkan menjadi seperti
sekarang ini. Atau mungkin pemerintah di Kabupaten Tegal ingin menjadi
Kabupaten menjadi kota yang berbeda dengan kota yang lain, sesuai dengan
motonya “Tegal Laka-Laka”, Laka dalan alus, Laka perbaikan, Laka Perubahan dan
laka-laka lainnya.
Dengan melihat ini semua, masyarakat hanya bisa bersabar, sabar menunggu sampai pemilukada mendatang yang akhir-akhir ini ada bisik-bisik bahwa pemain lama akan 'unjug gigi' menguasai Kerajaan Tegal ini. Kita tunggu saja, siapa calon bupati yang berani berkata : “Pilihlah nomor sekian, misi saya adalah akan memperbaiki
jalan-jalan bodol di desa se Kabupaten Tegal”
July 21, 2016
Tags :
Berita01
Subscribe by Email
Follow Updates Articles from This Blog via Email

No Comments