Ada sebuah penelitian dari Agder University College berkesempatan
untuk bertemu langsung dengan berbagai pengambil kebijakan di Kabupaten Sragen,
maksud mereka datang ke Sragen adalah dalam rangka penelitian tentang e-government
di Indonesia, karena Sragen mempunyai prestasi mendapatkan e-Government Award versi
Majalah Warta Ekonomi untuk kategori Kabupaten/Kota.
Program unggulan yang sampai detik ini berjalan adalah pengembangan
Kantor Pelayanan Terpadu (KPT) sebagai garda depan layanan publik. KPT ini sudah
lama didirikan dan KPT bukan lagi pelayanan satu atap, tetapi pelayanan satu pintu
(one stop service). Di pintu masuk KPT ada tulisan yang berupa papan besar yang
dengan jelas-jelas mencantumkan lama waktu (dalam hari) untuk kegiatan pelayanan.
Contohnya adalah pembuatan KTP, disana dituliskan satu hari jadi. Tetapi dalam prakteknya
diperlukan lima menit saja untuk mendapatkanya.
Di kabupaten Sragen tersebut ada 16 layanan dari 52 layanan
yang diberikan oleh KPT yang didelegasikan ke tingkat kecamatan. Dan sebanyak 20
kecamatan telah terhubung secara online dengan sistem kabupaten. Di sana lurah bisa
dengan leluasa dan langsung bertatap muka melalui video conference dengan bupatinya.
Dan sekitar 208 desa direncanakan akan terhubung dalam jaringan ini.
Melihat pemaparan ini menjadikan iri dengan Kabupaten Sragen,
di Kabupaten Tegal bagaimana, apakah bisa seperti itu? Mereka bekerja dengan hati
dan niat ibadah, apakah di Kabupaten Tegal tidak seperti ini? alangkah indahnya
bisa seperti di Kabupaten Sragen, membuat KTP saja, hanya lima menit, di sini? Berbulan?
Ingin cepat, nembak dulu broh..
July 03, 2016
Tags :
opini
Subscribe by Email
Follow Updates Articles from This Blog via Email

No Comments