Sunday, 7 August 2016

thumbnail

LANDOL VS BURSA RAJA LOKAL

Belum rampung masa pemerintahan di Kabupaten/Kota Tegal, sudah kasak-kusuk dan bisik-bisik tetangga tentang kekuasaan pemerintah lokal sudah mulai menggema, seperti dialihkan perhatiannya. Masyarakat digiring opininya yang tidak lagi membahas tentang urusan jalan bodol atau jalan rusak. Tidak lagi membahas kinerja pegawai yang menangani adminstrasi seperti pembuatan KTP, KK, Akta dan sebagainya. Wacana-wacana tentang siapa saja yang akan menjadi Raja Lokal  di wilayah Kabupatan atau Kota sudah mulai digadang-gadang. Bisa saja yang bakal menjadi calonnya nanti adalah Raja lama yang sekarang ini berkuasa. Atau orang lain yang berani untuk mencalonkan menjadi Raja baru.

Tetapi, adanya Raja Baru belum tentu menjadi pangganti Raja Lama, karena disamping tidak mempunyai uang yang cukup, juga karena tidak mempunyai massa, kalaupun nekad juga hanya sebagai ‘boneka’ saja, hanya sebagai hiasan-hiasan di surat kabar bahwa dirinya pernah mencalonkan diri menjadi Raja Lokal,

Kita ingat dengan Raja Lokal wilayah Pemalang, Raja yang Baru adalah Raja Lama yang sebelumnya menjadi Bupati, beliau sudah mempunyai massa dari segala lini, baik dari kalangan bawah atau kalangan pegawai negeri, intinya Raja-Raja Lokal ini mendapat jatah kedua kali menguasai Kabupaten, dan setelah masa jabatan Raja berakhir tentu akan menjalani masalah-masalah berikutnya yaitu berurusan dengan KPK, contohnya sudah banyak para raja yang dahulunya berkuasa, kemudian surut kekuasaanya yang kemudian sempat ‘nginep’, untuk beberapa hari.


Di Tegal, mungkin sudah mempersiapkan diri untuk maju yang kemungkinan menang mutlak menjadi Raja Lokal Jilid II (sesuai jatahnya). Beliau sudah terkenal, sebelum menjadi Rajapun sudah terkenal sebagai budayawan lokal dan internasional. Berbeda dengan Pemalang, Brebes, atau Kota Tegal, karena masalah Landol, beberapa bulan yang lalu sudah menjadi brand topik, yang tidak henti-hentinya diceritakan di media maya (SLKT).  Berita landol bagi Koran Lokal tidak begitu penting, yang mereka buru (wartawan) adalah sisi lain seseorang yang akan menjadi sasaran tembaknya, yang kemudian akan dihabisi karirnya, tetapi apakah berani?

Subscribe by Email

Follow Updates Articles from This Blog via Email

No Comments