Dewasa ini di tahun politik, apalagi menjelang pendaftaran calon presiden pada bulan Agustus mendatang malah berkembang pesat. Beberapa hari ini saja muncul di permukaan mengenai manuver-manuver para elite politik yang menyita perhatian publik.
Ketua umum Partai Golkar Mr. Airlangga Hartarto sewaktu bertemu dengan Presiden Joko Widodo
Dinamika politik menjelang pendaftaran calon presiden (capres) pada Agustus mendatang terus berkembang pesat. Dalam beberapa hari ini saja muncul ke permukaan manuver-manuver politik elite yang menyita perhatian publik. Seperti bertemunya ketua umum Partai Golkar Airlangga Hartarto yang bertemu dengan Presiden, Setnya Novanto bernyanyi dengan kasusnya serta merta menyebutkan nama-nama tokoh besar di tanah air, Habib Rizieq yang mengusulkan koalisi empat partai Islam, serta Prabowo Subianto menerima kunjungan mantan Panglima TNI Gatot Nurmantyo.
Dari berbagai peristiwa tentu tidak berdiri sendiri-sendiri, ada tujuan dan motif tertentu yang ingin dicapai. Juga ada sesuatu yang menggerakan sehingga menjadi perhatian besar bagi masyarakat termasuk pertemuan Ketua Partai Gerindra dengan Gatot Nurmantyo. Apalagi, nama Gatot termasuk yang 'rating darling; untuk maju sebagai capres atau cawapres di tahun 2019 mendatang. Nama Prabowo pun terus membayangi Capres pejawat Jokowi yang ditengerai terus mendekati kelompok Islam untuk memuluskan langkahnya agar terpilih lagi.
Apa benar pertemuan Gerindra sudah final, melihat pertemua Prabowo-Gatot, seorang pengamat politi Sinergi Masyarakat Untuk Demokrasi Indonesia (Sigma), menilai bahwa ada kemungkinan terkait capres yang bakal diusung oleh Gerindra di Pilpres 2019. Latar belakang militer Gator menjadi alasan yang sangat penting untuk menggantikan Prabowo sebagai Capres Gerindra. Pengamat mengatakan bahwa calon dari kalangan militer belakangan ini cukup disenang oleh pemilih.
March 24, 2018
Tags :
Berita01
,
informasi
Subscribe by Email
Follow Updates Articles from This Blog via Email

No Comments