Roy Suryo, sebagai wakil ketua umum Partai Demokrat membalas pantun dan politikus PDI Perjuangan, Masinton Pasaribu yang meminta Partai Demokrat mencuci muka terlebih dahulu dugaan terkait karus korupsi mega proyek pengadaan KTP elektronik. Bang Roy meminta Politikus itu mencuci mulutnya sebelum berkomentar.
Kemudian Roy menjelaskan bahwa kasus mega proyek KTP Elektronik memang terjadi di zaman rezim pemerintah Susilo Bambang Yudhoyono. yang sekaligus Ketua Umum Partai Demokrat. Namun, Roy menegaskan bahwa penganggaran pada suatu proyek dalam hal ini pengadaan e-KTP tidak hanya dilakukan oleh oknum dalam pemerintah SBY selaku eksekutif, tetapi juga oknum salah satu anggota DPR selaku legislatif.
Dalam legislatif, terdapat pula kader dari PDI Perjuangan. Perang pernyataan ini bermula ketika Sekretaris Jenderal PDIP, Hasto Kristiyanto menanggapi pernyataan Setnov yang menyebutkan bahwa ada suap yang diberikan kepada Puan Maharani dan Pramono Anung dalam mega proyek pengadaan E-KTP tersebut. Pihak PDiP membantah hal ini, karena pada saat proyek terjadi. PDiP bukan partai berkuasa, saat itu yang berkuasa adalah Partai Demokrat dengan SBY selaku presiden. Sekjen Demokrat Hinca Panjaitan kemudian menyebut bahwa pernyataan Hasto tersebut sebagai tindakan cuci tangan. (#Wislah)
March 25, 2018
Tags :
Berita01
,
informasi
Subscribe by Email
Follow Updates Articles from This Blog via Email

No Comments