Saturday, 24 March 2018

thumbnail

Skimming Anjungan Tunai Mandiri yang Bikin Pening

Kasus kejahatan yang terjadi di Indonesia dewasa ini mengenai raibnya uang di ATM tengah terjadi, kejahatan ini sepertinya sudah terjadi beberapa tahun yang lalu, tetapi kini terulang lagi. Kejahatan itu bernama ATM Skimming yaitu modus pencurian informasi digital nasabah dengan mencuri PIN (Personal Identification Number), akibatnya banyak para pemilik uang yang disimpan di bank melaporkan kejadian itu. Secara riilnya bahwa ada belasan bank di Indonesia baik milik pemerintah atau swasta kena dampak dari kejahatan ini.  Ada informasi yang mengejutkanb ada nasabah yang terkena skimming hingga 141 orang dengan kerugian sekitar Rp.260 jutaan.  ATM Skimming ini adalah perangkat penggunaan pemindai (skimmer) yang dipasang di mesin ATM untuk mencuri data personal (PIN) nasabah dari password dari kartu debitnya. Perangkat skimming ini biasanya dipasang di dua tempat :
  • Pertama di mulut atau slot kartu (card reader) alat tersebut bertugas untuk memidai dan merekam data dari kartu debit pada saat dimasukan.
  • Kedua alat tersebut dipasang area tombol atau keypad  Bisanya berupa kamera kecil yang dipasang diatas untuk merekam nomor yang dipencet nasabah (nah terkadang juga si penjahat menggunakan keypad tiruan yang ditempel untuk merekam nomor yang ditekan.
Secara kasat mata bahwa, dua perangkat kejahatan tersebut memang sulit dibedakan antara tiruan dan yang asli karena bentuk memang mirip. Dari dua skimmer tersebut itulah informasi penting dari nasabah digunakan untuk menggasak uang atau melakukan transaksi. Data-data yang mereka curi digunakan untuk membuat kartu debit duplikat, caranya adalah dengan menanamkanya pada kartu kosong yang mereka miliki. Sementara informasi yang kedua digunakan untuk mengakses data rekening pengguna dari kartu duplikat tadi. 

Kejahatan skimming ATM di Indonesia saat ini, juga terjadi di Amerika Serikat, praktek kejahatan ini membuat pusing di Industri perbankan dan pihak keamanan selama satu dekade. Kerugianya sangat banyak. Menurut Biro Investegasi Federal (FBI) Amerika Serikat diperkirakan bahwa kerugiannya sungguh fantastis hingga 1 juta dolar AS pertahun. Angka-angka kerugian tersebut diperkirakan tidak menurun malah terus bertambah. Aksi skimming tersebut akan dilakukan terus menerus karena akan semakin canggih teknologinya. Bahkan ada modus skimming menggunakan teknologi Bluetoot untuk mempermudah aksinya. Dengan kejanggihan alat skimmer model terbaru, para pelakunya tidak perlu lagi kembali ke mesin ATM untuk mengambil perangkat dan mengakses data secara manual. Karena bentuknya sekarang bentuknya tipis, ringkas dan sulit dideteksi. Perangkat-perangkat tersebut dapat dibeli di internet karena dijual bebas, di Indonesia sendiri kasus skimming tidak baru-baru ini terjadi. Kejahatan ini pernah terjadi sekitar tahun 2016, ada 50 nasabah di salah satu bank pelat merah di Mataram NTB, juga Buleleng Bali. 

Kemudian, langkah lanjutnya guna pencegahan praktek tersebut, ada tiga hal yang harus diperhatikan:
  1. Salah satunya dengan mengganti seluruh kartu ATM yang berbasis pita magnetik (trip magnetic)
  2. Pengawasan melakat, pengawasan ini dengan mengupgrade pengetahuan terkait teknologi skimming yang terus berkembang.
  3. Kewaspadaan terhadap pengguna. Ada baiknya para nasabah mulai serius memperhatikan sesuatu yang janggal disaat bertransaksi di ATM (misalnya goyang-goyang bergerak, 
  4. Cara klasik dengan menutup tangan ketika memasukan kata sandi dan ini tergolong ampuh.
  5. Sering-seringlah mengganti PIN kartu debit. 

Memang, langkah-langkah ini tidak lantas menjamin 100 persen dapat menangkal kejahatan bermodus pencurian data nasabah. Namun, setidaknya, bisa ikut bikin pening pelaku kejahatan skimming.

Subscribe by Email

Follow Updates Articles from This Blog via Email

No Comments