Sunday, 20 May 2018

thumbnail

Indonesia mungkin kehilangan 50.000 wisatawan karena krisis Qatar

Pemerintah Indonesia memprediksi bahwa putusnya hubungan antara beberapa negara Arab dan Qatar akan menimbulkan pukulan bagi industri pariwisata kepulauan itu, dengan 50.000 wisatawan yang diharapkan tidak muncul karena krisis, seorang pejabat senior mengatakan pada hari Selasa.

Itu adalah jumlah pengunjung Menteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan Qatar Airways, untuk sebagian besar, ak
an dibawa ke Indonesia tahun ini.

"Mengingat bahwa tujuh bulan tersisa di tahun 2017, kami memperkirakan kami akan kehilangan sekitar 50.000 turis asing sebagai akibat dari boikot Qatar," kata Arief kepada wartawan di Istana Negara pada hari Selasa.

Untuk mengurangi kerugian yang diperkirakan, Arief mengatakan kementeriannya akan berkoordinasi dengan Kementerian Perhubungan untuk mentransfer lisensi yang diberikan kepada maskapai Qatar ke maskapai lain, seperti Emirates dan Etihad.

“Pertama-tama, saya akan meminta Kementerian Perhubungan untuk mentransfer lisensi pesawat yang diberikan kepada Qatar [Airways] ke maskapai lain. Kami tidak punya pilihan karena mereka [Qatar Airways] tidak bisa menerbangkan pesawat mereka, ”kata Arief.

Qatar Airways mengatakan di situs resminya pihaknya telah menangguhkan semua penerbangan ke Arab Saudi.

Arab Saudi dan beberapa sekutunya pada hari Senin memutuskan hubungan dengan Qatar, dengan menuduhnya mendukung ekstremisme

Subscribe by Email

Follow Updates Articles from This Blog via Email

No Comments