Saturday, 26 May 2018

thumbnail

L'Oréal menggarisbawahi pentingnya keberadaan online untuk industri kecantikan

Warga Indonesia dilaporkan menghabiskan rata-rata delapan jam dan 44 menit sehari di internet, baik melalui komputer pribadi (PC) dan perangkat seluler, menurut data yang dirilis oleh We Are Social pada tahun 2017 yang bekerja sama dengan Hootsuite.

Berdasarkan penelitian, Rizkie Putra, kepala e-commerce di L'Oréal Indonesia, mengatakan bahwa penting bagi merek untuk memiliki kehadiran online.

“Dari 1910 hingga 2015, tata letak toko [offline] belum berubah. Namun, perilaku konsumen kami telah berubah, ”kata Rizkie pada hari Kamis dalam Business Roundtable: The Soaring Beauty of E-commerce diskusi di kantor L’Oréal Indonesia di Jakarta Selatan.

Rizkie menambahkan bahwa merek perlu memiliki visibilitas di mana konsumen menghabiskan sebagian besar waktu mereka. Dia juga meyakinkan bahwa toko online tidak akan menggantikan outlet fisik. Sebaliknya, kedua platform itu akan bersinergi.

Diskusi juga mengungkapkan bagaimana e-commerce membantu konsumen memiliki akses yang sama terhadap produk kecantikan.

Presiden direktur L’Oréal Indonesia Umesh Phadke mengatakan bahwa di negara seperti Indonesia, yang terdiri lebih dari 17.000 pulau tetapi masih kekurangan infrastruktur yang tepat, sulit untuk memiliki produk yang tersedia secara fisik di setiap sudut nusantara.

"Tetapi adalah mungkin untuk mengirimkan sejumlah kecil produk kepada siapa pun, di mana saja di negara ini," tambahnya.

Dengan platform e-commerce, penggemar kecantikan kini dapat memasuki tren terbaru secepat mungkin.

Frieska Theresia, kepala manajemen hubungan digital, e-commerce, dan pelanggan di L’Oréal Indonesia, membagikan bahwa Kiehl's, salah satu merek perusahaan, mengoperasikan platform e-commerce yang telah melayani pelanggan dari seluruh nusantara.

Sementara itu, toko offline saat ini hanya tersedia di kota-kota besar, seperti Jakarta, Medan di Sumatera Utara dan Denpasar, Bali.

Chief Marketing Officer Lazada Indonesia Achmad Alkatiri mengatakan bahwa e-commerce akan semakin besar.

“Saat ini penetrasi internet hanya sekitar 50 persen. Bayangkan jika sisa 50 persen [orang Indonesia] mendapatkan akses ke internet, ”kata Achmad.

Phadke menggemakan sentimen-sentimennya, menyatakan bahwa ada ruang bagi e-commerce untuk meningkat.

“Selama orang memiliki koneksi internet yang bagus, data yang murah dan [kemudahan] pengiriman dan pembayaran, sebuah revolusi e-commerce akan terjadi

Subscribe by Email

Follow Updates Articles from This Blog via Email

No Comments